Sabtu, 01 Agustus 2015

Minggu Ke-2 Summer School : Time Flies !!!

Rasa-rasanya baru kemarin saya menginjakkan kaki di Bandara Schiphol. Terheran-heran dengan suhu 17 derajat celcius, di pagi yang konon katanya summer ini. Detik demi detik merangkak,, oopss koreksi... bukan merangkak, tetapi berlari secepat kilat, hingga tanpa saya sadari sudah 15 hari di sini.

Pardon me... sore-sore mellow, wkwkwk.....


Habis tadi pagi nggak kerasa tau-tau udah penutupan course pertama. Beberapa temen yang cuma ikut 1 course, hari ini atau besok udah pulang ke negaranya masing-masing. Hiks, rasanya belum puas bertukar cerita sama kalian guys.... Course ditutup dengan farewell party sederhana, sarapan bareng di kelas, dilanjut dengan mendaki Dom Tower, landmark-nya Utrecht, yang punya 465 anak tangga. Naik plus turun kalo ditotal lebih dari 900 anak tangga. Hahaha, pagi yang dingin langsung berubah jadi hangat gara-gara pendakian ini. Tapi worth-it sih karena dari puncaknya bisa kelihatan hampir seluruh kota Utrecht.

Di satu sisi sedih berpisah dengan beberapa temen... Di sisi lain,bahagia juga untuk mereka karena mereka bakal kembali bertemu dengan hal-hal yang mereka kangenin dari negaranya. Teringat perkataan Liana, sebelum exam di hari Kamis : "I miss our toilet, Diaaaan.... You know, in Malaysia we always have water in toilet. Whyyyy we don't get it here? I even thinking to do check-in in toilet on my path first time I landed in Malaysia". Huahahaha.... Sebagai orang Melayu, kita emang sama-sama heran kenapa koq orang Londo sini betah banget pakai toilet tanpa shower.

You will get a very nice toilet soon, Liana... Safe flight yaa dear... Nice to know a cheerful girl like you... Till we meet again :D

Udahan dulu mellow2an-nya. Let me flashback what we did during this week. Full of having fun!


Senin, 27 Juli 2015

Presentasi! Dudududuuuu.... Ini bukan kali pertama saya presentasi pake bahasa Inggris sih, tapi tetep aja grogi. Pake bahasa Indonesia aja saya sering demam panggung koq, wkwkwk. Tapi alhamdulillah lumayan lancar. Terbantu dengan teman satu kelompok yang English-nya udah cas cis cus. Siangnya, dilanjut dengan kelas biasa, membahas tentang Modern Dutch Photography. Jujur saya suka kagum sama orang-orang yang bisa nge-capture momen dengan baguuus dan bernyawa. Koq saya gak bisa ya? Dari dulu pengen sih belajar teknik-teknik fotografi, tapi selalu kalah sama rasa males -,- Ikutan kelas ini, seenggaknya saya jadi tahu sedikit-sedikit tentang teknik fotografi yang typically Dutch.

Selasa, 28 Juli 2015

Excursi ke Amsterdam, yayyyy ! Jam 8 pagi kita kumpul di Stadion Olympos, Utrecht, berangkat ke Amsterdam rame-rame naik bis. Dari kemarin, Marteen, dosen koordinator course ini udah wanti-wanti, kita akan berangkat tepat jam 8. "Exactly at 8 o'clock. Not a minute later!". Dan ajaib lhoo, saya yang tipe deadliner kalo lagi di Indonesia, bisa selalu tepat waktu di sini, wkwkwk. Semoga bisa bertahan seperti ini.

Perjalanan ke Amsterdam memakan waktu sekitar 45 menit lewat tol. Tujuan pertama kami adalah Rijksmuseum. Ini salah satu museum besar di Belanda. Ada lebih dari 8.000 koleksi yang dipamerin. Bangunannya nggak usah ditanya lah yaaa. Gaya arsitektur di Eropa kan selalu sukses bikin saya melongo saking ber-seni-nya :P



Bagian depan Rijksmuseum. Maap yang moto gak propesional :P Ayook ke sini sendiri kalo mau lihat kemegahannya :D



Lobi Tiket
Salah satu koleksi unggulannya
Yang jadi masterpiece di museum ini adalah lukisan Rembrandt berjudul "Night Watch". Hidup dan detail bangeeettt memang lukisannya. Kemarin sempet saya foto, tapi hasil fotonya kurang mencerminkan keindahan lukisannya, wkwkwk. Yang penasaran, bisa lihat di situs rijksmuseum aja yaa :)

Tapi, koleksi favorit saya sih : Bibliotheek ! Ini perpustakaan risetnya Rijksmuseum. Empat lantai dan semuanya penuh buku :D :D :D





Perpustakaannya dijaga ketat banget. Cuma librarian yang boleh ngambil bukunya dari rak. Pengunjung dibatasi cuma boleh sampai pagar tempat saya berfoto di atas itu.

Favorit yang lain buat saya itu Doll's House (Rumah Boneka). Fotonya bisa dilihat di sini . Lucuuuu :)

Karena Rijksmuseum ini gede banget, kita nggak sempet mengunjungi semua bagiannya. Jam 12 siang kita break. Beberapa teman lain masih nerusin muter-muter lihat koleksi museum. Saya kelaperan, terus diajakin Joo ke cafe. Eh di sana ketemu Marteen, si bapak dosen. Ngobrol-ngobrol santai lah kita akhirnya :D Iseng dong, saya tanya dia udah pernah ke Indonesia atau belum. Terus dia cerita dengan antusias gitu kalo dia pengen banget ke Indonesia tapi belum kesampaian (bahasanya dia sih belum ada waktu ^^ ). Terus dia nanya-nanya, kota yang recommended buat didatangin kalau ke Indonesia apa, kenapa saya rekomendasiin kota itu. Dia cerita juga kalo Indonesia adalah salah satu negara yang sering dibahas di kuliahnya dulu. Hihihi, ya iyalah... Tiga ratus lima puluh tahun kita punya sejarah yang saling terkait. Sayang dia bilang, satu-satunya negara Asia yang udah pernah dia kunjungi baru Srilanka aja.

Seneng sih, tiap lihat orang antusias berbicara tentang Indonesia. Kayak minggu sebelumnya, pas saya lagi nunggu kelas pagi, kebetulan waktu itu saya datang paling pertama (mana jiwa deadlinermu, Diaaan? wkwkwk), terus ada seorang dosen ngajakin ngobrol. Begitu tahu saya dari Indonesia, dia semangat banget gitu cerita tentang jaman penjajahan. Duuh, bentar-bentar pak, saya gali dulu memori pelajaran sejarah saya pas zaman SD yang entah udah terpendam di mana :P Si bapak dosen yang entah siapa namanya itu bilang gini, "In 1945, when Indonesia declared its independency, we in Netherlands was still occupied by Germany. We felt all the bad things being under controlled of another country. It should be make us understand how bad the occupation is ! But, you know, just two years afterwards, in 1947 we back to Indonesia, give an attack to your country again.... Till now, I am still not understand how it could happened. It's very very bad. I know, it's our big mistake". Nah lho, kebayang gak pagi-pagi udah diajak ngobrol seberat itu. Si bapak dosen nunjukin muka bersalah banget sampe saya nggak enak sendiri, dan cuma bisa jawab, "Yeahh sometimes we should pass a bad history to learn how to build a better world. Now, Indonesia and Netherlands is like a best friend. Many Indonesian students come here to continue their study, just like me". Habis itu, obrolan berlanjut dengan si bapak ngasih rekomendasi tempat-tempat yang wajib dikunjungin di Belanda ini.

Sedikit flashback ke belakang lagi, saat saya ngobrol sama Maike, teman sekelas saya yang dari Belgia, ternyata dia aslinya keturunan Indonesia-Belanda. Surprise banget. "I think you tell me a joke, Maike.... I can't see the Indonesian face in you!", begitu yang saya bilang ke dia pas dia cerita kalau neneknya asli Ambon dan ayahnya lahir di Biak, Papua. Maike bilang, "No, no,no... you don't believe me, Dian? I can speak Bahasa even just a little... Satu, dua, tiga... Nama saya Maike, saya dari Belanda...". Hahahaha, bahkan pas ngetik ini, saya masih ketawa aja mbayangin ekspresif-nya Maike pas ngomong pake Bahasa Indonesia.

Ah... Belanda nih lama-lama jadi kayak rumah kedua buat saya :').

Kembali ke cerita excursi di Amsterdam :) Habis dari Rijkmuseum, kita makan pancake tradisional Belanda. Enak bangeetttt. Poffertjes-nya juga enak.

Pancake di De Carroussel


So far, dua makanan ini deh yang khas Belanda dan sesuai sama lidah saya. Makanan lainnya seperti stroopwafel itu biasa aja. Kalau ikan haring, belum berani nyoba. Saya punya memori buruk dengan makan hidangan laut mentah. Hahaha.


Setelah itu kita ke rumah kanal Collon House. Dan kemudian, ditutup dengan tour menyusuri kanal Amsterdam. Seruuuuuuu :D





Rabu, 29 Juli 2015

Pagi ini, kita kembali belajar di kelas. Di agendanya sih, cuma ngumpulin tugas essay plus review materi sebelum ujian. Eh tapi ternyata kejutan,, selesai review materi, Marteen nyuruh kita ngeluarin kertas dan nulis nama. Kuis dadakan! Lalala, belum belajar apa-apa nih. Untunglah, kuisnya cuma 10 soal pilihan ganda. Dapet nilai 7, lumayan, hehehe. Temen-temen ada 1 orang yang dapat nilai 10, dan 4 orang yang dapat nilai 8. So, 7 is not too bad lah :p

Siangnya, kita excursi lagi, tapi kali ini di dalam kota Utrecht, yaitu ke Rietveld-Schroder House. Saya udah lama penasaran sama rumah ini. Dia masuk salah satu keajaiban dunia versi Unesco lho...



Rietveld-Schroder House | Source : here

Yang bikin rumah ini masuk keajaiban dunia adalah karena ia dibangun tahun 1924, jauh sebelum para arsitek di dunia terpikir untuk membuat desain seperti ini. Di zaman itu, kebanyakan arsitek membuat rumah bergaya Gothic atau Renaissance. Nggak cuma sekedar penampakan luarnya aja yang unik, karena interior di dalamnya jauh lebih menarik. Kelihatan banget didesain dengan seksama, setiap sudutnya diperhitungkan, furniture-nya banyak yang knock-down alias bongkar pasang gitu... Bener-bener futuristik banget deh ini rumah.

Nggak heran, penjagaannya juga ketat banget. Semua temen-temen sekelas sepakat kalo ini museum yang penjaganya paling strict. "Don't touch. Don't open that. Don't take the picture", gituuu terus kalimat yang diulang-ulang, wkwkwk. Tapi kita paham sih, dengan banyaknya furniture knock-down, risiko rusak memang tinggi. Dan sayang banget kalau hal itu sampai terjadi. Buat masuk ke rumah ini aja, kita dikasih plastik bersih buat membungkus alas kaki kita, biar gak mengotori lantainya. Hebat ya, cara mereka menjaga warisan intelektual nenek moyangnya :') . Berhubung sama sekali nggak boleh foto-foto di sana, ini saya sertakan link video resmi dari Unesco di youtube (klik di sini ). Selamat menonton, siapa tahu bisa jadi inspirasi buat bikin rumah idaman ;) Saya naksir kamar anaknya, hahaha. Tapi pas teman saya Anna nanya, "So, you'll build a similar house like this, Dian?", saya jawab, "No. I just interested to see it as an exhibition. To live-in, I'd prefer a large house". Ucapan bisa jadi doa kan yaaa hihihi. Doa saya sih pengennya punya rumah yang luas biar bisa dipake lari-larian sama anak-anak nanti :p .

Kamis, 30 Juli 2015

Exam Day !!! Mantra tiap ujian : whatever will be, will be.... Hahaha, saya nggak berekspektasi muluk-muluk juga di ujian kali ini. Untungnya, Neso juga nggak ngasih target tertentu. Saya sadar diri, belajar 2 minggu sejarah suatu bangsa itu nggak akan pernah cukup, sementara latar belakang saya bukan dari sejarah. Saya cuma pengen tahu, bentuk ujian di sini tuh seperti apa sih :) Jadi ternyata, ada soal pilihan ganda, jawaban singkat, dan essay. Tapi model pilihan gandanya agak berbeda, lebih variatif :) Yang pertama, ada yang bentuknya kita dikasih 2 statement, terus pilihan jawabannya : 

A. Statement 1 saja yang benar B. Statement 2 saja yang benar
C. Seluruh statement benar
D. Tidak ada satupun statement yang benar

Bentuk kedua adalah kita disuruh mengurutkan pilihan A,B,C,D sesuai urutan terjadinya. Lalu, bentuk ketiga adalah pilihan ganda biasa tetapi jawabannya kita disuruh memilih 2 dari 4 (jadi, dari 4 pilihan itu, 2 pilihan adalah jawaban yang benar sedangkan 2 lainnya salah).

Untuk jawaban singkat, kita dikasih batasan maksimal 8 kalimat. Sedangkan untuk essay, kita bebas mau mengarang indah berapa lembar kertas pun. Poin penilaian essay dilihat dari banyaknya fakta benar yang kita sajikan untuk mendukung argumen kita.

Banyak membaca literatur memang menjadi kewajiban sepertinya kalau mau lanjut studi di sini, karena bahan dari kelas aja nggak cukup :).


Secara keseluruhan, minggu ini sangat menyenangkan. Makin dekat dengan teman-teman (untunglah nggak semuanya pulang. Kebanyakan masih akan lanjut ke course ke-2), makin banyak ilmu dan pengalaman yang didapat, makin betah tinggal di sini :p :p :p


So come with me, where dreams are born, and time is never planned. Just think of happy things, and your heart will fly on wings, forever, in Never Never Land!” - J.M. Barrie, Peter Pan : Fairy Tales.



Apa hubungannya quote ini sama cerita di atas? Ya gak ada juga sik, cuman biar keren ajah ditutup pake quotes :p :p :p

6 komentar:

  1. That's so cool! Keren banget mba.. Jadi pengen ke belanda hehe
    Apalagi sambil belajar disana, mimpi aku banget belajar di eropa ㅠㅠ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku doain semoga nanti ada kesempatan belajar ke sana. Aamiin ;)

      Hapus
  2. Kangen Amsterdam bangettttt!!! aku malah belum sempet canal tour, pas mau canal tour pasti cuacanya ga mendukung :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kangen Utrecht banget!!!! Hahaha.

      Cold summer yang gak akan pernah terlupakan seumur hidup yaaaa fiiiiq. Didoain deh, bisa balik ke sana lagi, bisa canal tour-an :D Tapi aku klo ada kesempatan ke sana lagi sih pengennya pas Musim Tulip hihihi

      Hapus
  3. I know your feeling! Ngunjungin Rietveld house strict dan sempit banget. Mana pengunjungnya lagi banyak, jadi ga bebas gerak deh takut nyenggol sesuatu. Tapi yang bikin amaze banget sih dia kepikiran ajaa yaa bikin rumah itu tahun 1920-an..

    BalasHapus